Postingan Terkini Sila' mo sia baca...!!!

PARADIGMA TEORI KEBUDAYAAN


Paradigma Struktural
Pada mulanya paradigma struktural berasal dari dan tumbuh dalam ilmu bahasa, namun kemudian berkembang ke dalam bidang-bidang ilmu lain, seperti sosiologi, antropologi, dan kritik sastra. Perkembangan tersebut pada dasarnya merupakan perluasan paradigma struktural ilmu bahasa ke dalam bidang-bidang ilmu yang ikut menerapkan paradigma tersebut.
Paradigma struktural menekankan pentingnya objek kajian sebagai sebuah sistem yang terstruktur. Oleh karena itu, dalam ilmu bahasa paradigma ini memfokuskan kajiannya terhadap sistem bahasa (langue), dan bukan pada pemakaian bahasa (parole). Aplikasi paradigmatik strukturalisme dalam ilmu sosial tentu saja memfokuskan kajiannya terhadap sistem sosial, dan bukan pada bagaimana pemakaian aturan-aturan sosial secara individual. Aplikasi paradigma tersebut membentuk aliran sosiologi struktural, yang kemudian juga dipengaruhi oleh fungsionalisme dari antropologi sosial menjadi strukturalisme fungsional.
Begitu pula aplikasinya dalam antropologi, seperti yang dilakukan oleh Levi-Strauss, memfokuskan kajiannya terhadap sistem-sistem budaya, misalnya sistem kuliner, sistem kekerabatan, dan sistem totemisme.
Sebagai contoh, sistem kuliner yang diteliti oleh Levi-Strauss meletakkan klasifikasi makanan dalam sistem oposisi biner, yaitu makanan yang matang/mentah. Sistem kekerabatan yang berkaitan dengan perkawinan diletakkan dalam oposisi biner, yaitu yang boleh/tidak boleh dinikahi. Sistem tabu inses, misalnya, memberikan larangan endogami dan mengharuskan eksogami. Sistem kekerabatan berdasarkan tabu inses tersebut mengangkat manusia dari sistem biologis ke sistem sosial budaya dalam perkawinan. Begitu pula halnya dengan sistem totemisme. Totem diletakkan dalam oposisi biner, dunia atas/dunia bawah. Dunia atas adalah jagat para dewa yang menjadi sesembahan masyarakat pendukungnya; sedangkan dunia bawah adalah alam para binatang, tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat tersebut.

PARADIGMA MAHASISWA TERHADAP REALITAS SOSIAL



 A. Pendahuluan
Ada sebuah ungkapan klasik di dunia ini “Hancurkan kaum muda disuatu Negara maka kamu akan menguasai Negara tersebut”. Sepenggal ungkapan itu mengungkapkan betapa krusialnya posisi kaum muda bagi kelangsungan hidup sebuah Negara.
Ungkapan yang senada juga pernah diungkapkan oleh dr. Tjipto Mangunkusumo. Dia mengatakan bahwa “Masa depan suatu bangsa adalah di tangan generasi mudanya”. Ucapan yang keluar dari pahlawan nasional yang dulunya mahasiswa yang rela berjuang bersama dan demi rakyat ini tentulah tidak berdasar dari khayalan, impian atau muncul pada saat kondisi mabuk. Tetapi hal ini muncul dalam keadaan sadar dan didukung oleh fakta dan bukti sejarah dalam perjalanan pergerakan di negeri ini. Dalam momentum yang menentukan arah bangsa kita selalu melihat “Kaum Muda” (mahasiswa) selalu hadir sebagai pendorong sekaligus sebagai pelaku dalam perubahan tersebut, walaupun kadarnya tidak selalu sama. Setidaknya sekenario resmi pemerintah Indonesia yang masih jadi pakem hingga saat ini., mencatat sebuah lakon yang diaktori mahasiswa, sebutlah pendirian Budi Oetomo yang dianggap sebagai pelopor nasional. Konggres Pemuda II 1928 yang menelorkan sumpah pemuda, proklamasi kemerdekaan 1945, penggulingan soekarno 1966, dan juga penggulingan kekuasaan otoritarian soeharto pada tahun 1998 lalu, semua lakon sejarah tersebut selalu mengambil mahasiswa sebagai aktor utama.

Popular Posts

ads ads ads ads Ads by NasrulL_Pilohn
Belajar Bersama untuk meraih mimpi yang gemilang
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Belajar Bersama Gratis
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Belajar Bersama Gratis
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Belajar Bersama Gratis
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Ads by NasrulL_Pilohn
ads ads ads ads
 
Copyright © 2013. nasrull-samawa || Artikel bisa diperbanyak dan disebarluaskan dengan menyebut sumber "nasrull-samawa"...
Template Creating Website || Diberdayakan Oleh Blogger