Postingan Terkini Sila' mo sia baca...!!!

Tasawuf Nietzsche dan Al Ghazali


Seorang Atheis (tidak percaya tuhan) “mengenal” Tuhan dengan cara menolaknya. Di manapun dan kapanpun ia terus berpikir keras bagaimana berusaha menolak keberadaan Tuhan lewat ilmu pengetahuan. Sementara seorang agamis yang percaya Tuhan, adem ayem saja, jarang menyebut-nyebutnya atau bahkan mengejarNya
Jadi kalau dipikir-pikir orang Atheis pada dasarnya lebih banyak “menyebut” Tuhan dalam penolakannya, ketimbang yang agamis dalam penerimaanya.
Seorang agamis yang merasa mengenal Tuhan, dalam kiprahnya kadang berbanding terbalik dengan para atheis yang berusaha menolak Tuhan dengan berbagai upaya. Dia berpikir habis-habisan untuk menolak konsep Tuhan.  Satu-satunya pemikiran yang dikedepankan kebanyakan lewat ilmu pengetahuan. Tidak jarang dengan pengetahuan ini banyak sekali ilmu-ilmu dan teknologi tercipta.
Dalam contoh sehari-hari bisa dijumpai pada sepasang kekasih. Di mana wanita yang membenci anda sebagai pacarnya selalu menghindar dan terus-menerus meneyebut namamu dalam kebenciannya. Sementara wanita yang  mencintai anda biasa-biasa saja tidak pernah cerita dan tidak pernah mengingatmu.  Maka boleh jadi yang membenci itu adalah yang mencintai.

Popular Posts

ads ads ads ads Ads by NasrulL_Pilohn
Belajar Bersama untuk meraih mimpi yang gemilang
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Belajar Bersama Gratis
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Belajar Bersama Gratis
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Belajar Bersama Gratis
Akunasrull.blogspot.com adalah tempat belajar bersama gratis
Akunasrull.blogspot.com

Ads by NasrulL_Pilohn
ads ads ads ads
 
Copyright © 2013. nasrull-samawa || Artikel bisa diperbanyak dan disebarluaskan dengan menyebut sumber "nasrull-samawa"...
Template Creating Website || Diberdayakan Oleh Blogger