Seorang Atheis (tidak percaya tuhan) “mengenal”
Tuhan dengan cara menolaknya. Di manapun dan kapanpun ia terus berpikir keras
bagaimana berusaha menolak keberadaan Tuhan lewat ilmu pengetahuan. Sementara
seorang agamis yang percaya Tuhan, adem ayem saja, jarang menyebut-nyebutnya
atau bahkan mengejarNya
Jadi kalau dipikir-pikir orang Atheis pada dasarnya lebih banyak
“menyebut” Tuhan dalam penolakannya, ketimbang yang agamis dalam penerimaanya.
Seorang agamis yang merasa mengenal Tuhan, dalam kiprahnya kadang
berbanding terbalik dengan para atheis yang berusaha menolak Tuhan dengan
berbagai upaya. Dia berpikir habis-habisan untuk menolak konsep Tuhan.
Satu-satunya pemikiran yang dikedepankan kebanyakan lewat ilmu pengetahuan.
Tidak jarang dengan pengetahuan ini banyak sekali ilmu-ilmu dan teknologi
tercipta.
Dalam contoh sehari-hari bisa dijumpai pada sepasang kekasih. Di
mana wanita yang membenci anda sebagai pacarnya selalu menghindar dan
terus-menerus meneyebut namamu dalam kebenciannya. Sementara wanita yang
mencintai anda biasa-biasa saja tidak pernah cerita dan tidak pernah
mengingatmu. Maka boleh jadi yang membenci itu adalah yang mencintai.





